Ahad, Mei 25, 2008

Rakyat Malaysia terima keputusan dengan hati terbuka ya?

Tahniahlah kepada Singapura.
Dapat juga kamu apa yang kamu inginkan selama ini.
Para nelayan, tak perlulah nak mengeluh mengenangkan tidak lagi boleh mendarat di sana, atau sekadar membaling umpan mencuba nasib memancing atau melihat-lihat sekitar rumah api di sana. Tak menarik-lah. Bagi sahaja kepada negara yang 'tak pernah cukup tanah' itu. Kita kan orang Malaysia, penuh simpati dan iri hati.

Ya. Bagi sahaja. Dan padan muka kepada mereka-mereka yang mewakili negara di ICJ. Terlalu ambil mudah dan ingat yang pemenangnya sudah tentu kita. Nyata jangkaan kamu meleset. Lain kali, bersungguh-sungguh buat kajian itu ok? We can never change history. Apa yang termaktub itu, itulah yang nyata. Jarak dari situ ke sini, sana ke sinun hanya ibarat menambah 'spoiler' Evo pada kereta-kereta Wira mahupun Waja kamu. Apa kereta kamu bertambah laju ke selepas pengubahsuaian haram itu?

Tahniah sekali lagi ya Singapore.
Dengar-dengar, nanti bolehlah kamu menuntut Johor Bharu pula. Katalah itu juga hak kamu, tanah kamu. Mungkin juga sedikit ruang udara untuk pesawat pejuang mahal kamu.
Tambaklah lautan keliling kamu hingga kamu menjadi sebesar Pahang, ok? Cool.

Dengar cerita, saudara mara aku di sana 'Jakun' melihat air terjun. Hutan hujan(bukan hujan band ciplak itu) dan lain-lain lagi. Kesian kamu. Marilah ke sini, aku ada kuasa untuk memberi kerakyatan Malaysia kepada kamu. Betul aku tipu. Yayy!

1 ulasan:

starrocker berkata...

you know,this case is quite stupid..the problem occurs when the agreement is made between these two country.lets put it this way,probably it is more easier..your father have this piece of land,and we take it as a kebun,and one day he felt like he doesnt want to stay and look after the kebun n GAVE that kebun to an indonesian with a little agreement by the hand(im using the word "indonesian" to create the differences rather than i put it "malay") ok,so this indonesian fellow got married and soon live there with one big happy family..and so,your father is happy for him and so does the fellow himself(who would've want to give them a piece of land to stay?they're living in poverty in their own country!of course he's super happy!) then,one day,your father passed away,and you have some plans with the land and also the kebun your father left,and as a daughter/son,you have the right to take the land or kebun over from the fellow who's been staying there for such a long time.One morning you went to see the fellow to talk over the land and your plans.suddenly,the fellow had refuse to give the land back

"bapak dhaus,ini tanah arwah pak Ismail yang bagi(GIVE<-Remember this word u read just now?)..ini surat-surat-an nya.maka,dengan ini surat yg sah ditandatangani ini menunjukkan emangnya kawasan ini saya yang punya."

lalu pak dhaus pula

"ermm..aa.errr..oh ye ker?????????"

haaaaa.....the story is like that,u just change that piece of land or kebun to batu puteh and the fellow is singapore and pak dhaus and his father is Malaysia.
allright then.

sorry yerr guna nama kaw...sedap sikit perjalanan citer die..hihi